Mengenal Web Semantic
Web Semantik (atau Web Bermakna) merujuk
kepada teknik yang memungkinkan konten pada Web untuk dapat lebih dimengerti
oleh komputer. Istilah Web Semantik itu sendiri dicetuskan oleh Tim
Berners-Lee, penemu World Wide Web atau yang kita kenal dengan www. prinsip Web
Semantik disebut-sebut akan muncul pada Web 3.0, generasi ketiga dari World
Wide Web(www). Bahkan, Web 3.0 itu sendiri sering disamakan dengan Web
Semantik. Teknologi Web Semantik ini antara lain adalah RDF, OWL dan SPARQL.
Semantic web atau web semantik merupakan
salah satu perkembangan pada aplikasi web. Menurut bahasa, web semantik
mempunyai arti web yang memiliki makna. Dengan kata lain, web semantik
merupakan suatu aplikasi web yang mempunyai knowledge base tertentu sehingga
bisa dikatakan web semantik mempunyai sifat lebih pintar dari web sebelumnya.
Salah satu contoh dari web semantik adalah web tersebut bisa merekomendasikan
sesuatu kepada user sesuai dengan interest usernya masing-masing.
Dengan demikian, bisa jadi ketika
beberapa orang mengakses satu alamat web yang sama, konten atau isi dari
halaman web tersebut tidak akan sama. Salah satu contoh dari web semantik
adalah igoogle. Ketika pertama kali membuka igoogle, kita akan diminta untuk
mengisi lokasi tempat kita berada, setelah itu baru kita menuju ke halaman
beranda igoogle. Dengan demikian, bisa jadi isi dari halaman beranda igoogle
akan berbeda-beda sesuai dengan lokasi yang diisikan sebelumnya, baik itu dari
isi berita, suhu udara, dan yang lainnya.
Web semantic atau semantik web
dicetuskan pertama kali oleh Tim
Berners-Lee pada tahun 2001. Web
semantik sering disebut sebagai web versi 3.0. Dalam pembuatan aplikasi web semantik
tidak semudah membuat aplikasi web biasa. Untuk membuat web semantik terdapat
beberapa teknologi yang perlu dipelajari, diantaranya adalah RDF, ontologi,
query RDF, RDF Store.
Sebenarnya Web Semantik terdiri atas 2 buah kata yang masing – masing
memiliki pengertian yang cukup berbeda.
·
Web :yang dimaksud web di sini adalah jaringan komputer yang luas yaitu WWW
(World Wide Web)
·
Semantik : dapat diartikan sebagai ilmu tentang makna atau tentang arti,
yaitu salah satu dari tiga tataran analisis bahasa ; fonologi, gramatika dan
semantic.
Jadi Web semantik adalah kemampuan aplikasi
komputer yang berfungsi untuk lebih memahami bahasa manusia, bukan hanya bahasa
yang baku dari para penggunanya tetapi juga bahasa yang lebih kompleks, seperti
dalam bahasa percakapan sehingga memudahkan penggunanya untuk berkomunikasi
dengan mesin. Web semantik dapat mengolah bahasa dan mengenali homonim,
sinonim, atau atribut yang berbeda pada suatu database. Untuk Web Semantik
sendiri diperkenalkan oleh Tim Berners-Lee.
Waring Wera Wanua atau World Wide Web
(disingkat sebagai WWW atau Web) adalah suatu ruang informasi yang yang dipakai
oleh pengenal global yang disebut Uniform Resource Identifier (URI) untuk
mengidentifikasi sumber-sumber daya yang berguna. WWW sering dianggap sama
dengan Internet secara keseluruhan, walaupun sebenarnya ia hanyalah bagian
daripadanya.
Kata semantik dalam bahasa Indonesia
(Inggris : semantics) berasal dari bahasa Yunani sema (kata benda” yang berarti
“tanda” atau lambang). Kata kerjanya adalah semaino yang berarti “menandai”
atau “melambangkan”. Yang dimaksud dengan tanda atau lambang disini adalah
sebagai kesatuan kata benda (sema) itu sendiri yang dinamakan tanda linguistic
(Perancis : signe linguistique) seperti dikemukakan oleh Ferdinand de
Saussure(1996) yaitu:
·
Komponen yang mengartikan, yang berwujud bentuk-bentuk bunyi bahasa
·
Komponen yang diartikan atau makna dari komponen yang pertama itu.
Kedua komponen itu adalah merupakan
tanda atau lambing, sedangkan yang ditandai atau dilambanginya adalah sesuatu
yang berada di luar bahasa yang lazim disebut referen atau hal yang ditunjuk.
Web semantic akan diterapkan pada
aplikasi komputer dan istilah web semantik itu sendiri diperkenalkan oleh Tim
Berners-Lee, penemu World Wide Web (WWW).
Sekarang, prinsip web semantik disebut-sebut akan muncul pada Web 3.0,
generasi ketiga dari World Wide Web. Bahkan Web 3.0 itu sendiri sering
disamakan dengan web semantik. Web semantik menggunakan XML, XMLS (XML Schema),
RDF, RDFS (Resources Description Framework Schema) dan OWL.
Apa itu Data dari suatu Web?
Kembali sebentar ke circa
1993 FTP, Gopher dan Archie: sangat populer untuk sharing sumber daya internet berhenti pada file level.
Dan sekarang
XML, RDF, OWL, dan URIs Markup language
dan berarti untuk menghubungkan sumberdaya Dibawah file level Dibawah text level Pada data level.
Algoritma/cara kerja
dari web semantic.
Pertama-tama lihat gambar di atas, Nah dari gambar di atas kita dapat mengambil kesimpulan bahwa
dalam XML, akan mereference ke URI. URI itu sendiri merupakan kode dari segala
sesuatu dan objek-objek yang berbeda. Karena XML tidak bisa melakukan relasi
data sehingga dia tidak bisa merepresentasi dengan entity lainnya. Sedangkan
RDF bisa merepresentsikan hal ini, namun dia membutuhkan sebuah scema, sehingga
lahirlah istilah RDFs. Namun, RDFs juga memiliki kelemahan, yaitu dia tidak
bisa melakukan relasi one to many, sehingga disempurnakan oleh Ontology, dan
akhirnya keluar istilah OWL (Web Ontology Language). begitu kurang lebihnya
cara kerja dari web semantic itu sendiri.
Komponen Semantik Web
Untuk membangun aplikasi Web Semantik
ini, hal pertama yang harus dipahami adalah:
Pengertian ontology. Ontology merupakan suatu teori
tentang makna dari suatu obyek, properti dari suatu obyek, serta relasi obyek
tersebut yang mungkin terjadi pada suatu domain pengetahuan.
Ontology adalah sebuah spesifikasi dari
sebuah konseptual, dengan kata lain
ontology adalah penjelasandari sebuah konsep
dan keterhubunganya dari sebuah ilmu tertentu.
XML|XMLS/RDF|RDFS/OWL , toolsnya bisa menggunakan
Protégé, Altova SemanticWorks, dll
Setelah memahami kedua hal tersebut, kemudian dibuat
ontologynya. Tools yang dapat digunakan untuk mengelola ontology ,
diantaranya (ini seperti server) :
JENA Sesame (openrdf.org) Virtuoso, dll. Sedangkan
bahasa untuk query ontology adalah :
SPARQL untuk pengenalan XML, RDF, OWL dan Protégé
RDF (Resource Description Framework) Pada Web Semantik
RDF atau Resource Description Framework
pada Web Semantik. RDF merupakan model standar untuk pertukaran data pada web.
Menurut Liang Yu pada bukunya yang berjudul A Developer’s Guide to the Semantic
Web, RDF merupakan sebuah bahasa untuk merepresentasikan informasi tentang
resource yang ada di dunia; RDF merupakan framework untuk merepresentasikan
informasi yang terdapat pada web (Konsep RDF); RDF merupakan tujuan utama
bahasa untuk merepresentasikan informasi yang terdapat didalam web (RDF
Syntaxt, RDF Schema).
Seperti pengertian RDF yang telah
dijelaskan sebelumnya, bahwa RDF dapat merepresentasikan informasi tentang
resource baik resource yang berada di dunia maupun resource yang berada di web.
RDF merepresentasikan informasi tersebut kedalam sebuah kalimat, sama halnya
ketika manusia akan mendeskripsikan sesuatu. RDF mendeskripsikan sesuatu ke
dalam kalimat yang terdiri dari subjek, objek, dan predikat. Subjek, objek, dan
predikat tersebut merupakan komponen utama dari RDF.
Pada RDF, subjek merupakan resource atau
sesuatu yang dideskripsikan yang biasanya merupakan alamat URI, sedangkan
predikat merupakan property dari resource yang menjadi penghubung antara subjek
dengan objek. Sedangkan objek merupakan URI atau literal. Ketiga komponen
tersebut biasa disebut dingan triple. Dengan demikian, dapat dikatakan
bahwa RDF berisi informasi-informasi yang dibutuhkan. Untuk menyimpan RDF
tersebut dibutuhkan salahsatunya adalah triple store. Dengan kata lain, triple
store merupakan tempat penyimpanan RDF.
OWL
OWL diharapkan untuk mempertemukan
kebutuhan untuk bahasa ontologi di web [8], sehingga perintah perntahdasarnya
akan lebih baik dari RDF dan RDF schema. OWL
mempunyai beberapa tujuan model desain, yaitu: shared ontologies,
ontology evolution, ontology inconsistency detection, balance of expressivity
dan scalability, ease of use, XML syntax, dan internationalization.
Protégé
Protégé adalah sebuah alat bantu yang berbentuk
perangkat lunak yang digunakan untuk pengembang sistemuntuk mengembangkan
Knowledge-Base System. Aplikasi yang dikembangkan dengan Protégé digunakandalam
pemecahan masalah dan pembuat keputusan dalam sebuah domain.
Protégé dikembangkan oleh sebuah organisasi
yang bernaung di bawah Standford, yang mengambilspesialisasi dibidang ontology.
Segala sesuatu yang berhubungan dengan Protégé dapat dilihat pada
alamathttp://Protege.stanford.edu/, termasuk tutorial dan komunitas pengguna
Protégé.
Protégé merupakan sebuah alat yang
digunakan untuk membuat sebuah domain ontology, menyesuaikan formuntuk entry
data, dan memasukan data.
Berbagai format penyimpanan seperti OWL,
RDF, XML, dan HTML. Protégé menyediakan kemudahan plugand play yang membuatnya
fleksibel untuk pengembangan prototype yang berkembang.
Referensi :






facebook
twitter
google+
fb share