KELAS : 1IA21
NPM : 54414204
Pengertian Manusia
Secara bahasa
manusia berasal dari kata “manu” (Sansekerta), “mens” (Latin), yang berarti berpikir, berakal budi atau
makhluk ang berakal budi (mampu menguasai makhluk lain). Secara istilah manusia
dapat diartikan sebuah konsep atau sebuah fakta, sebuah gagasan atau realitas,
sebuah kelompok (genus) atau seorang individu.
Manusia adalah mahluk yang luar biasa kompleks. Kita merupakan
paduan antara mahluk material dan mahluk spiritual. Dinamika manusia tidak
tinggal diam karena manusia sebagai dinamika selalu mengaktivisasikan dirinya.
Pengertian Manusia Menurut
Para AhliBerikut ini adalah pengertian dan definisi manusia menurut
beberapa ahli:
1.
NICOLAUS D. & A. SUDIARJA
Manusia adalah bhineka, tetapi
tunggal. Bhineka karena ia adalah jasmani dan rohani akan tetapi tunggal karena
jasmani dan rohani merupakan satu barang.
2.
ABINENO J. I
Manusia adalah “tubuh
yang berjiwa” dan bukan “jiwa abadi yang berada atau yang terbungkus dalam
tubuh yang fana”.
3.
UPANISADS
Manusia adalah kombinasi dari unsur-unsur roh (atman), jiwa, pikiran, dan prana atau badan fisik.
Manusia adalah kombinasi dari unsur-unsur roh (atman), jiwa, pikiran, dan prana atau badan fisik.
4.
SOKRATES
Manusia adalah mahluk hidup berkaki dua yang tidak berbulu dengan kuku datar dan lebar.
Manusia adalah mahluk hidup berkaki dua yang tidak berbulu dengan kuku datar dan lebar.
5.
KEES BERTENS
Manusia adalah suatu
mahluk yang terdiri dari 2 unsur yang kesatuannya tidak dinyatakan.
6.
I WAYAN WATRA
Manusia adalah mahluk
yang dinamis dengan trias dinamikanya, yaitu cipta, rasa dan karsa.
7.
OMAR MOHAMMAD AL-TOUMY AL-SYAIBANY
Manusia adalah mahluk
yang paling mulia, manusia adalah mahluk yang berfikir, dan manusia adalah
mahluk yang memiliki 3 dimensi (badan, akal, dan ruh), manusia dalam
pertumbuhannya dipengaruhi faktor keturunan dan lingkungan.
8.
ERBE SENTANU
Manusia adalah mahluk
sebaik-baiknya ciptaan-Nya. Bahkan bisa dibilang manusia adalah ciptaan Tuhan
yang paling sempurna dibandingkan dengan mahluk yang lain.
9.
PAULA J. C & JANET W. K
Manusia adalah mahluk
terbuka, bebas memilih makna dalam situasi, mengemban tanggung jawab atas
keputusan yang hidup secara kontinu serta turut menyusun pola berhubungan dan
unggul multidimensi dengan berbagai kemungkinan.
Pengertian keluarga
Keluarga adalah rumah
tangga yang memiliki hubungan darah atau perkawinan atau menyediakan
terselenggaranya fungsi-fungsi instrumental mendasar dan fungsi-fungsi
ekspresif keluarga bagi para anggotanya yang berada dalam suatu jaringan.
Fitzpatrick (2004), memberikanpengertian keluarga dengan cara meninjaunya
berdasarkan tiga sudut pandang yang berbeda, yaitu pengertian keluarga secara
struktural, pengertian keluarga secara fungsional, dan pengertian keluarga
secara intersaksional. Berikut ini masing-masing penjelasannya:
Pengertian Keluarga secara
Struktural: Keluarga didefenisikan berdasarkan kehadiran atau ketidakhadiran
anggota keluarga, seperti orang tua, anak, dan kerabat lainnya. Defenisi ini
memfokuskan pada siapa yang menjadi bagian dari keluarga. Dari perspektif ini
dapat muncul pengertian tentang keluarga sebaga asal-usul (families of origin),
keluarga sebagai wahana melahirkan keturunan (families of procreation), dan
keluarga batih (extended family).
Pengertian Keluarga secara
Fungsional: Keluarga didefenisikan dengan penekanan pada terpenuhinya
tugas-tugas dan fungsi-fungsi psikososial. Fungsi-fungsi tersebut mencakup
perawatan, sosialisasi pada anak, dukungan emosi dan materi, dan pemenuhan
peran-peran tertentu. Defenisi ini memfokuskan pada tugas-tugas yang dilakukan
oleh keluarga.
Pengertian Keluarga secara
Transaksional: Keluarga didefenisikan sebagai kelompok yang mengembangkan
keintiman melalui perilaku-perilaku yang memunculkan rasa identitas sebagai
keluarga (family identity), berupa ikatan emosi, pengalaman historis, maupun
cita-cita masa depan. Defenisi ini memfokuskan pada bagaimana keluarga
melaksanakan fungsinya.
Pengertian
Masyarakat
Masyarakat (yang
diterjemahkan dari istilah society) adalah sekelompok orang yang membentuk
sebuah sistem semi tertutup atau sebaliknya, dimana kebanyakan interaksi adalah
antara individu-individu yang terdapat dalam kelompok tersebut. Kata
"masyarakat" berakar dari bahasa Arab, musyarakah. Arti yang lebih
luasnya, sebuah masyarakat adalah suatu jaringan hubungan-hubungan antar
entitas-entitas. Masyarakat adalah sebuah kelompok atau komunitas yang
interdependen atau individu yang saling bergantung antara yang satu dengan
lainnya. Pada umumnya sebutan masyarakat dipakai untuk mengacu sekelompok
individu yang hidup bersama dalam satu komunitas yang teratur.
Syaikh Taqyuddin
An-Nabhani seorang pakar sosiologi menjabarkan tentang definisi masyarakat,
"sekelompok manusia bisa disebut sebagai suatu masyarakat apabila
mempunyai pemikiran, perasaan, serta sistem atau aturan yang sama". Dengan
kesamaan itu, manusia lalu berhubungan saling berinteraksi antara sesama mereka
berdasarkan kepentingan bersama.
Masyarakat sering
dikelompokkan berdasarkan cara utamanya dalam mencari penghasilan atau
kebutuhan hidup. Beberapa ahli ilmu sosial mengelompokkan masyarakat sebagai:
masyarakat pastoral nomadis, masyarakat pemburu, masyarakat bercocoktanam, dan
masyarakat agrikultural intensif disebut juga sebagai masyarakat peradaban.
Sebagian pakar beranggapan masyarakat industri dan post-industri sebagai
kelompok masyarakat yang terpisah dari kelompok masyarakat agrikultural
tradisional.
Masyarakat bisa juga
diorganisasikan atas dasar struktur politiknya: berdasarkan urutan kompleksitas
dan besar, suku, terdapat masyarakat band, chiefdom, dan masyarakat negara.
Kata society berasal dari
kata latin, societas, yang mempunyai makna hubungan persahabatan dengan yang
lain. Societas berinduk pada kata socius yang memiliki arti teman, sehingga
makna society berkaitan erat dengan kata sosial. Secara tersirat, kata society
memiliki kandungan arti bahwa setiap anggotanya mempunyai perhatian dan
kepentingan yang sama dalam mencapai tujuan bersama. Baca juga untuk referensi
anda tentang definisi sosiologi.
Manusia
Sebagai Makhluk Sosial
Menurut kodratnya manusia
adalah makhluk sosial atau makhluk bermasyarakat, selain itu juga diberikan
yang berupa akal pikiran yang berkembang serta dapat dikembangkan. Dalam
hubungannya dengan manusia sebagai makhluk sosial, manusia selalu hidup bersama
dengan manusia lainnya. Dorongan masyarakat yang dibina sejak lahir akan selalu
menampakan dirinya dalam berbagai bentuk, karena itu dengan sendirinya manusia
akan selalu bermasyarakat dalam kehidupannya. Manusia dikatakan sebagai makhluk
sosial, juga karena pada diri manusia ada dorongan dan kebutuhan untuk
berhubungan (interaksi) dengan orang lain, manusia juga tidak akan bisa hidup
sebagai manusia kalau tidak hidup di tengah-tengah manusia.
Tanpa bantuan manusia lainnya,
manusia tidak mungkin bisa berjalan dengan tegak. Dengan bantuan orang lain,
manusia bisa menggunakan tangan, bisa berkomunikasi atau bicara, dan bisa
mengembangkan seluruh potensi kemanusiaannya.
Dapat disimpulkan, bahwa
manusia dikatakan sebagai makhluk sosial, karrena beberapa alasan, yaitu:
a. Manusia tunduk pada
aturan, norma sosial.
b. Perilaku manusia
mengaharapkan suatu penilain dari orang lain.
c. Manusia memiliki
kebutuhan untuk berinteraksi dengan orang lain
d. Potensi manusia akan
berkembang bila ia hidup di tengah-tengah manusia.
B. Interaksi Sosial dan
Sosialisasi
1. Interaksi Sosial
Kata interaksi berasal
dari kata inter dan action. Interaksi sosial adalah hubungan timbal balik
saling mempengaruhi antara individu, kelompok sosial, dan masyarakat.
Interaksi adalah proses di
mana orang-oarang berkomunikasi saling pengaruh mempengaruhi dala pikiran danb
tindakana. Seperti kita ketahui, bahwa manusia dalam kehidupan sehari-hari
tidaklah lepas dari hubungan satu dengan yang lain.
Interaksi sosial antar
individu terjadi manakala dua orang bertemu, interaksi dimulai: pada saat itu
mereka saling menegeur, berjabat tangan, saling berbicara, atau bahkan mungkin
berkelahi. Aktivitas-aktivitas semacam itu merupakan bentuk-bentuk dari
interaksi sosial.
Interaksi sosial terjadi
dengan didasari oleh faktor-faktor sebagai berikut
Imitasi adalah suatu
proses peniruan atau meniru.
Sugesti adalah suatu
poroses di mana seorang individu menerima suatu cara penglihatan atau peduman-pedoman
tingkah laku orang lain tanpa dkritik terlebih dahulu. Yang dimaksud sugesti di
sini adalah pengaruh pysic, baik yang datang dari dirinya sendiri maupuhn dari
orang lain, yang pada umumnya diterima tanpa adanya kritik. Arti sugesti dan
imitasi dalam hubungannya, dengan interaksi sosial adalaha hampir sama. Bedanya
ialah bahwa imitasi orang yang satu mengikuti salah satu dirinya, sedangkan
pada sugesti seeorang memberikan pandangan atau sikap dari dirinya, lalu
diterima oleh orang lain di luarnya.
Identifikasi dalam
psikologi berarti dorongan untuk menjadi identi (sama) dengan orang lain, baik
secara lahiriah maupun batiniah.
Simpati adalah perasaan
tertariknya orang yang satu terhadap orang yang lain. Simpati timbul tidak atas
dasar logis rasional, melainkan berdasarkan penilain perasaan seperti juga pada
proses identifikasi.
Jadi kenapa manusia
disebut sebagai makhluk sosial adalah karena manusia tidak bisa hidup sendiri,
contohnya saja dalam kehidupan sehari-hari manusia tidak bisa menjahi pakaian,
menanam sayur sayuran, dan lain-lain tidak bisa dilakukan hanya sendiri saja,
dan juga seorang mahasiswa yang tidak memiliki kendaraan untuk berangkat ke
kampus maka ia membutuhkan bantuan angkutan atau ojek, masih banyak lagi kenapa
manusia tidak bisa lepas dari bantuan orang lain.
Sumber referensi:



facebook
twitter
google+
fb share